Satgas TMMD Kodim 1705/Nabire Hadapi Cuaca Memanas untuk Pembangunan Desa

NABIRE – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1705/Nabire memperlihatkan komitmennya dalam pembangunan desa melalui pelaksanaan program di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Walaupun cuaca panas menyengat, para anggota Satuan Tugas (Satgas) tetap bekerja keras untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

TMMD ke-130 ini mengusung empat sasaran utama yang menjadi fokus perhatian, meliputi pembangunan gereja, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembuatan sumur bor. Setiap sasaran tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat setempat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pembangunan gereja diharapkan dapat mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat, sedangkan keberadaan fasilitas MCK akan berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Sumber air bersih melalui sumur bor juga menjadi prioritas, mengingat ketersediaan air bersih adalah hal yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari.

Dalam menjalankan tugasnya, Satgas TMMD bekerja sama dengan masyarakat setempat, menggabungkan tenaga untuk melaksanakan berbagai pekerjaan fisik. Dari pengolahan material hingga konstruksi, setiap langkah diambil untuk mempercepat pembangunan di Kampung Wanggar Sari. Dansatgas TMMD ke-130 memastikan bahwa cuaca panas tidak mengurangi semangat prajurit dalam pengabdian kepada masyarakat. “Panas, hujan, itu bagian dari tugas kami. yang terpenting adalah agar program ini terselesaikan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Kehadiran Satgas TMMD di sambut baik oleh warga, yang merasa terlibat dalam proses pembangunan, menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan yang kuat. Dengan dedikasi tanpa henti, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1705/Nabire berkomitmen untuk memenuhi sasaran yang ditentukan dan membawa perubahan yang nyata bagi Kampung Wanggar Sari, bahkan di tengah teriknya matahari Papua.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *